Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa lantai beton pabrik terkadang memiliki warna yang berbeda-beda? Ternyata, ada alasan di balik warna lantai pabrik yang berbeda-beda tersebut. Jadi, pastikan Anda tahu artinya, ya!
Warna yang berbeda-beda pada lantai pabrik bukan karena estetika semata, tapi memiliki arti sebagai tanda yang disebut demarkasi.
Setiap pemberian demarkasi ditujukan untuk membedakan setiap area pabrik. Nantinya, tanda ini akan berguna untuk proses kelancaran operasional pabrik dan alasan keamanan. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
6 Standar Warna Lantai Beton Pabrik Sesuai Fungsinya
Bangunan pabrik pasti memiliki aspek desain yang kegunaannya krusial. Baik untuk menciptakan lingkungan kerja efisien maupun meningkatkan keamanan.
Pada setiap lantai pabrik, terdapat demarkasi yang menunjukkan perbedaan masing-masing area. Untuk itu, ketahui standar warna demarkasi lantai pabrik dan artinya berikut ini:
● Warna Hijau, Merah, dan Cokelat Keemasan
Area lantai pabrik yang didemarkasi warna hijau memiliki arti zona aman. Sedangkan, warna merah menandakan bahwa area tersebut tempat meletakkan peralatan kebakaran, misalnya menyimpan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dan panel listrik.
Lalu, apabila Anda melihat lantai pabrik didemarkasi berwarna cokelat keemasan berarti Anda berada di wilayah penyimpanan barang.
● Warna Oranye dan Abu-Abu
Selain warna cokelat keemasan, warna lantai pabrik abu-abu juga menunjukkan tempat penyimpanan stok barang. Lalu, warna lantai oranye memiliki arti yang identik dengan wilayah teknis.
Berbagai aktivitas yang berhubungan dengan mesin produksi identik dengan lantai berwarna oranye. Karena demarkasi ini penting untuk operasional dan keamanan pabrik, penting untuk menjaga warnanya agar tetap terlihat jelas.
Maka dari itu, kegunaan epoxy lantai berguna untuk melapisi beton lantai pabrik agar terhindar dari warna yang kusam atau pudar. Salah satu produk yang dapat digunakan adalah Sikafloor®-263 SL HC.
● Warna Kuning dan Abu-Abu Gelap
Aturan demarkasi lantai pabrik berikutnya berwarna kuning, yang memiliki arti safety purpose atau menunjukkan wilayah peralatan berat. Pada area yang diberi warna kuning, banyak peralatan operasional penunjang kerja seperti crane dan forklift.
Lalu, ada warna abu-abu gelap yang menunjukkan area aktivitas padat, seperti ruang kantor. Keduanya menandakan Anda harus berhati-hati saat melintasi area tersebut agar kinerja pabrik lebih efisien.

● Warna Kuning Keemasan
Ada pula demarkasi area pabrik kuning keemasan pada bagian lantai beton. Warna ini menandakan area untuk menuju tempat pembuangan sampah atau limbah pabrik pada area tertentu.
Misal, area produksi punya wilayah demarkasi berwarna kuning keemasan sendiri untuk pembuangan limbah. Sehingga, nanti pekerja akan lebih mudah mengumpulkan limbah pabrik untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir.
● Warna Putih dan Cokelat
Selanjutnya, lantai pabrik yang didemarkasi warna putih menjadi penanda umum atau wilayah tepi dari demarkasi. Jika Anda melihat lantai ditandai berwarna putih, artinya Anda berada di ujung wilayah tersebut sebelum ke wilayah lainnya.
Pada beberapa area, demarkasi lantai berwarna cokelat dan menandakan area pengecatan seluruh atap. Atau warna coffee cream yang menunjukkan area pengecatan baja.
Sehingga Anda disarankan untuk tidak menyentuh benda apapun pada area ini. Karena pasti semua barang sedang dalam proses pengecatan.
● Warna Hitam
Demarkasi lantai pabrik berwarna hitam memiliki beberapa arti. Yang paling umum adalah tanda area zona berbahaya atau penyimpanan bahan-bahan kimia. Sehingga, siapa saja yang melewati zona ini harus berhati-hati.
Untuk beberapa area, warna hitam juga menunjukkan ketinggian barang atau tempat terakhir proses produksi barang. Jadi, barang yang sudah jadi dan tersortir diletakkan pada area khusus berwarna hitam.
Produk Sika, Solusi Epoxy Lantai Pabrik Terbaik untuk Anda
Itulah informasi bermanfaat terkait arti warna lantai pabrik yang sebelumnya mungkin tidak Anda ketahui. Karena demarkasi warna adalah hal yang penting, maka warna pada area pabrik sebaiknya tidak kusam atau hilang.
Untuk itu, solusi terbaik Anda dapat menggunakan produk epoxy resin atau pelapis lantai Polyurethane Cement (Pu-C). Kami memiliki beberapa rekomendasi terbaik untuk Anda, antara lain:
- Sikafloor®-263 SL HC : Bahan pengikat multiguna berbahan dasar epoxy resin. Memiliki keunggulan pengaplikasian yang mudah, ketahanan mekanis dan bahan kimia yang baik. Memberikan hasil akhir anti selip, mengkilap dan kedap cairan.
- Sikafloor®-374 CP SL : Epoxy dengan karakteristik high build. Dengan keunggulan kinerja tinggi dan hemat biaya karena lebih sedikit pelarut. Cocok untuk lapisan self-smoothing
- Sika® Ucrete®: Lantai Polyurethane Cement (Pu-C) yang memiliki ketahanan baik dari bahan kimia, abrasi dan thermal shock. Khusus penggunaan bangunan gudang, area penyimpanan dan clean rooms.
- Sikafloor®-40 ID: Agregat semen yang dimodifikasi dari bahan polyurethane dengan karakteristik self-smoothing. Produk ini dapat digunakan pada area dengan beban rendah agar tidak mudah abrasi seperti bangunan bengkel dan area produksi pabrik kering.
- Sikafloor®-21 ID: Produk yang sering digunakan sebagai primer dan lapisan dasar ini memiliki karakteristik agregat halus dan estetis. Cocok untuk bangunan pabrik pengolahan makanan, pabrik kimia dan laboratorium.
Nah, rekomendasi yang bervariasi dari Sika di atas dapat menjadi referensi Anda dalam melapisi lantai beton pabrik yang sudah didemarkasi. Jangan ragu untuk menggunakan produk kami, karena kami telah berpengalaman lebih dari 114 tahun sebagai waterproofing pertama di Indonesia.
Berbagai produk kami sudah mendukung proyek bangunan domestik maupun internasional. Salah satu contohnya adalah renovasi Museum Zeitz di Cape Town, Afrika Selatan. Untuk itu, klik di sini jika Anda ingin mencoba produk kami!